Ini mungkin aneh, tapi sungguh nyata…
Juni 13, 2007 at 2:31 am 1 komentar
menyisakan kisah lucu nan konyol juga kisah-kisah aneh
tapi nyata. Berikut ini beberapa di antaranya.(1) Tidak Boleh pakai celana panjang.
Apa salahnya celana panjang? Tapi itulah, kawan-2
perempuan yang ikut kuliah bakal kena “teguran
langsung” jika pakai celana panjang. Mereka yang
bercelana panjang akan memilih duduk di bangku barisan
belakang jika ikut kuliah sang dosen. Aneh bukan? tapi
itu sungguh nyata. Benar kan?
(2) Silahkan tutup pintu dari luar.
Kuliah jam tujuh pagi (di hari Sabtu) dan lokasi di
lantai 4 GKU. Kadang kita belum sempat sarapan demi
ikut kuliah yang lumayan ‘heboh’ ini. Malangnya, jika
sang dosen sudah masuk meski kuliah belum dimulai dan
kita datang terlambat maka sang dosenpun dengan enteng
akan mengatakan, “silahkan Saudara tutup pintu dari
luar?”. Dengan kata lain sang dosen ingin mengatakan,
‘anda hari ini tidak boleh ikut kuliah’. Kebangetan
dan ‘sadis’ bukan? Tapi, kadang sang dosen mengijinkan
mahasiswi (boleh) masuk ikut kuliah meski terlambat,
tentu saja jika sang mahasiswi adalah favoritnya. Eh
alaa.. ini mah aneh dan aneh pisan, tapi sungguh
nyata.
(3) Dosen sungguh senang jika kita tidak siap UTS.
Jamaknya dosen heppi jika anak didiknya bisa
mengerjakan soal ujian darinya. Tapi yang ini sungguh
aneh. Sang dosen akan kasih UTS jika melihat kita
terlihat tidak siap UTS. Sebaliknya, jika kita siap
‘tempur’, maka yakinlah, sang dosen akan membatalkan
UTS-nya. Entah ‘ilmu’ apa yang dimiliki sang dosen
sehingga ‘tega dan heppi’ jika anak didiknya dapet
nilai ‘sungguh tidak memuaskan’. Aneh bukan? Tapi ini
kita alami bersama dahulu..
Kisah aneh tapi nyata ini sungguh banyak jika kita
‘tega’ untuk menguliti satu persatu..
Saya yakin tidak ada hubungannya antara keanehan
kisah-2 di atas dengan keanehan dan kelucuan nama-nama
jalan di sekitar Ganesa. Tapi, coba tengok nama-nama
berikut:
(1). Jalan Gelap Nyawang. “Nyawang” dalam bahasa Om
Budi en Om Didik artinya melihat dengan seksama. Tapi,
apa yang mau dilihat dalam gelap? Bagi orang normal,
tentu tak ada yang terlihat kecuali hitam dan hitam.
Aneh bukan? tapi nama (jalan) itu sungguh ada dan
nyata.
(2). Jalan Badak Singa. Badak adalah nama binatang
yang berkulit tebal menjadi lambang dan identitas bagi
kota Pandeglang. Singa, anda tahu kan. Itu si raja
hutan yang kadang rada kejam. Nah, bayangkan jika
badak dan singa bersanding. Atau bayangkan jika sang
singa seukuran badak (ingat badak enjum?). Singa biasa
saja sudah mengerikan, apalagi jika singa seukuran
badak atau berkulit badak. Nah, aneh bukan? Karena
anda tak akan pernah menjumpai singa berkulit badak.
Atau, badak berkulit singa.
(3). Jalan Ciung Wanara. “Ciung” bisa bermakna ‘anak
kecil baru tumbuh’. Namun dalam kamusnya om budi atau
om edi, siung bisa dan lebih sering bermakna gigi
taring. Mungkin lidah anda pernah tergigit gigi
sendiri. Sakit bukan? “Wanara” artinya mereka yang
suka bergelantungan di ranting-ranting pohon, mengayun
ke sana kemari dan kadang menggunakan buntut lenturnya
instead of tangan dan kakinya. Nah, kalau tergigit
gigi sendiri saja sakit, apalagi tergigit gigi taring
sang wanara? Aneh kan nama jalan ini, seperti tak ada
nama lain saja.
Nah, itu barangkali (meski tidak berhubungan amat)
yang menjadikan pengalaman kita di Ganesa 10 banyak
yang lucu dan aneh. Semoga para alumnusnya ‘tidak
aneh-aneh’. Kalau sekedar lucu mah… heheheee, itu
bagus. Minimal bisa menghibur anak dan suami/istri
sendiri.
Wassalam,
menjelang pagi di bumi laverton,
wadi
Entry filed under: Flash Back. Tags: aneh, ganesha, Wadi.
1 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
desti | Januari 2, 2008 pukul 6:35 am
No 1 nyata sekali! Pengalaman tak terlupakan saya untuk buku tahunan juga tentang ini, keh…keh…
Soal nama jalan aneh di Bdg, saya pernah menyatakan ini (contoh yg saya ajukan ‘Geger Kalong Girang’). Tetapi langsung dijawab telak (oleh Kiki): “Di Jkt juga banyak! Warung Buncit, contohnya…” Kena batunya deh…